Renungan; Kenapa Muslim Marah?
Mari kita belajar kepada Musa yang diutus Allah untuk membebaskan ummat Islam dari rezim Fir’aun dan sekutunya Haman dan Qarun serta pengikut2nya. Siapakah Fir’aun, Haman dan Qarun sekarang ini? Dalam Al-Qur’an penjelasan tentang kejadian-kejadian seperti kasus kartun dan bahkan segala penghinaan kepada Allah, Rasul-RasulNya dan Islam — agama yang dibawa Adam sampai Muhammad kepada ummat manusia — telah berulang-berulang di pesankan dan disampaikan Allah. Jangankan RasulNya. Allah sendiri Yang Maha Esa pun dari dulu mereka lecehkan, bahkan gak bosan-bosannya mereka menentang Allah. Mereka telah ditulis Allah dalam golongan mana kedudukannya disisi
Allah.
oleh: Baihaqi Abdul Madjid
Rasul-Rasul yang diutus Allah kepada kaumnya selalu datang membela kaum miskin, selalu berpihak, selalu berada di depan dalam membawa dan membebaskan orang-orang beriman yang paling lemah… Rasul-Rasul selalu berhadapan dengan Fir’aun (rezim yang menindas, despot yang bala tentaranya begitu kuat), diperkuat oleh sekutunya Haman (intelektual, cendekiawan dan bahkan ahli agama yang mendukung Fir’aun dengan ilmu-ilmunya, bahkan dengan ilmu sihir2-nya).. Juga diperkuat oleh Qarun yaitu pengusaha, orang-orang kaya yang makan riba, orang-orang kaya yang menjilat Fir’aun dan memperkuat rezim Fir’aun, orang-orang kaya yang menguasai harta dan kekayaan untuk menindas
orang-orang lemah dan miskin.. Dimana-mana ditengah kehidupan kita, kita menemukan Fir’aun, Haman dan Qarun.. dia ada dalam diri kita juga, di dalam kampung, di dalam desa, di dalam indonesia dan di alam bumi ini..
Pelecehan Nabi dan letaknya dengan kemarahan umat Islam adalah hal yang telah ada dalam ketetapan Allah, selembar daun jatuhpun atas sepengetahuan Allah dan atas izinNya.. sunnatullah, Kasus pemuatan Kartun yang berantai di semua media di dunia dengan motif beragam, tentu sebuah pelajaran yang berharga agar umat Islam terus meningkatkan keimanannya kepada Allah.. Marah tentu saja melanda Musa ketika melihat seorang dari suku Qithbi yang berkuasa sedang berkelahi dengan seorang dari bangsanya Bani Israil yang lemah, bahkan karena marahnya Musa, sekali pukul dapat mematikan
orang Qithbi. Kemudian Musa ketakutan karena telah memukul orang yang tidak disangka akan terbunuh karena ingin membela orang-orang lemah. Maka Musa diingatkan oleh seorang yang hatinya baik untuk segera hijrah ke negeri Nabi Syuaib untuk belajar keimanan selama 8 tahun dengan cara Allah menjadikannya menjadi menantu Syuaib…
Marah umat Islam hendaknya marah karena keimanan, bukan marah karena gangguan “sihr” atau pengaruh “sihr” yang ditebar Fir’aun, Haman, Qarun dan pengikutnya. yang pengaruhnya telah sampai ke kamar-kamar tidur setiap orang beriman.
Pada saat ini, kita tidak perlu salahkan umat Islam yang terombang-ambing, tidak perlu kita sesali umat Islam yang bagai buih. Karena Allah pun tidak liat kita sebagai umat Islam tanpa seleksi dan ujian, Allah katagorikan kita dalam golongan-golonga, ada mukhils, muttaqin, mukmin, muslim. Sesungguhnya bagi Allah sangat mudah mematikan seorang Ramses dan Fir’aun-Fir’aun lainnnya, sesungguhnya bagi Allah amat mudah untuk memajukan Islam, amat sangat mudah bagi Musa untuk membunuh Ramses (Fir’aun) dengan tongkatnya, laut merah pun bisa dibelah dengan tongkat.. Apa susahnya membelah kepala fir’aun? Mengapa justeru membawa umatnya melalui laut merah? menuju kemana? bukankah membawa menuju Allah untuk menguji keimanan orang-orang yang telah percaya (beriman)?
Haman dengan kecerdikan ilmu ghaib (sihr) dan ilmu rasionya yang mengambil logika membuat bangunan tinggi untuk menemui Tuhannya Musa di langit. Sesungguhnya banyak sekali Haman dan pengikutnya dalam akhir zaman ini, ada di koran, tivi, menulis buku, di kampus-kampus, yang memperkuat rezim menindas. Bahkan di pondok pesantren. Ciri-cirinya selalu mendistorsi ayat-ayat Al-Qur’an dengan prasangka dan menduga-duga…
Hanya saja selalu Allah menceritakan tentang ulama yang hatinya bersih (maksum) yang sejak lahir telah baik untuk membawa kabar yang menyelamatkan umat Islam yang semakin beriman, walau sedikit yang beriman, ulama bersih bisa memindahkan istana Ratu Balqis, ratu negeri Saba dalam sekerlip mata, padahal sebelumnya Jin Ifrit menantang Nabi Sulaiman untuk memindahkan istana Balqis dalam waktu dari duduk ke berdiri.. Sebelumnya Musa, belajar pada Nabi Khaidir tentang segala ilmu Allah yang butuh kesabaran luar biasa…
Amat sangat kecil urusan Allah hanya untuk menghancurkan orang-orang kafir yang terus menentang Allah dari dulu… Bahkan kaum Aad yang tubuhnya lebih tinggi dan otaknya lebih pintar begitu mudah diratakan Allah negeri mereka… Sangat mudah bagi Allah… Yang terakhir dengan mata kita sebagai umat akhir zaman kita di beri kesempatan Allah untuk saksikan tsunami “air bah maha dahsyat”… Masih kecil dibandingkan dengan azab-azab Allah yang telah turun sebelumnya…
Karenanya, yang sangat berharga adalah bagaimana kita umat Islam yang harus terus memperkuat dan memperbaharui keimanan kita, mengikuti peritah Allah dengan taat… Jangan kita membela pelecehan kartun Nabi Muhammad, tapi kita tidak mengikuti ajaran Muhammad, tapi kita masih menghardik anak yatim, masih membiarkan orang miskin yang menjadi tetangga kita kelaparan, masih menumpuk harta kita entah untuk apa? Masih menindas pegawai-pegawai di kantor, masih naik haji terus menerus berungkali tapi orang miskin di negeri2 orang muslim makin banyak… Kita menentang orang yang menghina Nabi kita dan ilmu-ilmu sihirnya, tapi kita masih membungakan uang, masih makan riba. Enggan tunaikan zakat, kikir bin “kriet juwiet padee” (tinggkat kikir tertinggi).
Sesungguhnya kita mencintai Nabi Muhammad, dengan cinta kita sesungguhnya, tapi kita juga masih setengah hati mengikuti sepenuhnya jalan hidupnya. Kita setengah hati.. Maka umat Islam pun menjadi umat yang setengah hati. Karena kitalah wajah Islam itu, jangan lihat orang lain.. Lihatlah diri kita. Lihatlah apakah kita telah mengikuti perjalanan nabi-nabi yang membawa umat dan kaumnya untuk membebaskan umat kita dari penindasan dan pendhaliman rezim Fir’uan, Haman, Qarun dan pengikutnya… Yang berwujud sistem yang menistakan nilai-nilai yang bersumber dari Sang Pencipta yang bersamanyam di atas ‘Arsyi, yang memiliki tentara-tentaranya lebih banyak dan kuat dan terdiri dari malaikat-malaikat yang patuh dan tunduk kepada Allah..
Karenanya, Allah memberikan Musa tongkat (tools) untuk mengalahkan rezim Fir’aun dan kongsi-kongsinya… Tongkat Musa untuk menelan sihr, tipu daya, logika yang tidak berdasar pada Allah… Umat Islam dengan kejadian apa pun di muka bumi, harus terus beriman. Ssetelah beriman maka berhijrah dan setelah itu baru berjihad…
Yang pasti, kita diminta Allah menjadi hamba yang shaleh seperti Nabi-Nabi yang menjadi saksi atas setiap umat manusia… Al-Qur’an diperuntukkan Allah kepada kita umat akhir zaman sebagai sebuah mukjizat, karya Allah sendiri, yang telah disempurnakan penciptaannya….
Popularity: 6% [?]








