Cikaum Berkreasi Sulam Pita dan Payet
Semua peserta cepat belajar, telaten dan tekun. Pelatihan keterampilan ini memang tidak membutuhkan waktu lama. Selanjutnya mereka bisa melatih sendiri serta mengembangkan kreasi dengan melihat referensi dari buku-buku. Demikian dituturkan Lia, instruktur sulam pita dan payet di “Pelatihan Keterampilan Kemandirian Usaha 2010’ di Subang, Jawa Barat (29/07).
Modal Rp 100 ribu
“Kita mengajarkan teknik payet yang biasa digunakan untuk usaha, yang cepat dikerjakan dan bisa menghasilkan produksi banyak. Bsia digunakan untuk taplak meja , galon , jilbab, baju dan tas,” imbuhnya. Menurut Lia, sebagai dasarnya pelatihan ini sudah cukup. Kalaupun ada pelatihan lanjutan adalah pelatihan pengembangan kreasi. Misalnya, usaha sulam pita dan payet menghasilkan pendapatan lebih banyak jika memproduksi sulam pita bentuk lukisan timbul 3 dimensi. “Pengerjaannya pun membutuhkan majinasi tinggi, “ katanya
Payet dan sulam pita bisa dijalankan lewat industri rumahan. Misalnya, satu kelompok minimal 5 orang ada yang menyulam dan 2 orang menjahit. “Jadi hasil produknya bisa berharga lebih mahal. Misalnya, jilbab polos disulam pita dulu sebelum di-finishing penjahit. Yang tadi harganya cuma Rp 10 ribu bisa dijual Rp 35ribu. Dengan modal Rp100 ribu sudah bisa jalan. Peralatan kerja sudah ada tinggal beli jilbab polos saja,” sarannya.
Pelatihan keterampilan sulam pita dan payet hasil kerjasama PT Pertamina EP Region Jawa, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Badan otonom ICMI, Laznas BMT ICMI serta Disnakertrans Subang. Adapun pelatihan lainnya; pelatihan servis handphone, keterampilan membuat garmen, membuat bakso serta roti dan cake. Pelatihan berlangsung enam hari (26-31 Juli 2010) di kantor dan ruang serbaguna Kecamatan Cikaum, Subang, Jawa Barat serta diikuti warga berbagai desa di Cikaum.
Popularity: 10% [?]








