Cikaum Dapat Keterampilan Jahit
Butuh waktu setidaknya sebulan untuk belajar dasar-dasar menjahit. Lima hari berlalu namun para peserta pelatihan keterampilan menjahit kerudung dan mukena di Kecamatan Cikaum sudah bisa membuat kerudung. “Ini butuh ketelitian tapi mereka termasuk cepat belajar. Mungkin karena mereka semangat dan senang melakukannya,” sebut Lena, instruktur utama pelatihan menilai perkembangan peserta-peserta didiknya(30/ 07).
Memanfatkan Potensi Setempat
Pelatihan yang diberikan termasuk pelajaran menjahit kerudung dari tahapan awal pemotongan sampai menjahit hingga berbentuk. Dibekali juga cara pengoperasian mesin jahit serta trik dan tips awal membuka usaha dan pemasaran.
“Saya bilang ke mereka, jangan sekadar bisa jahit. Kalau sudah keluar dari sini harus buka usaha walau cuma buat tetangga sekitar. Kami mengajari dasar-dasarnya saja. Untuk mengembangkan kreasi cari referensi lain apa kerudungnya diberi aksen payet, sulam pita dsb,” imbuhnya.
Sebelumnya, semua peserta pelatihan keterampilan juga dibekali pengetahuan kewirausahaan dari Dindin Sjafruddin, pelatih di Laznas BMT college. Di antaranya, kemampuan melihat peluang dan potensi yang sudah ada di daerah masing-masing. Untuk potensi sumber daya alam (SDA) di Cikaum banyak, yang bisa digali. Misalnya komiditi buah-buahan seperti rambutan, nangka dan mangga. Jijka tiba musimnya, buah-buahan ini berlimpah dan tidak sedikit yang busuk karena kurang dimanfaatkan maksimal. Padahal ketiga jenis buah itu bisa diolah menjadi penganan keripik dan manisan rambutan dan mangga
Di Cikaum juga banyak perkebunan tebu yang bisa dimanfaatkan. Di daerah persawahan, setelah panen banyak jerami yang bisa dimanfaatkan misalnya untuk pakan ternak yang diawetkan. Di daerah sungai, Eceng gondok pun bisa dimanfaatkan, selain kerajinan tangan juga bisa sebagai pakan ternak yang padat nutrisi.
Inilah selanjutnya tugas moral perusahan solid seperti Pertamina EP Region Jawa dan civil society seperti Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bersama Pemerintah setempat merespon potensi tersebut dengan mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal menghasilkan produk –produk unggul daerah berkualitas ekspor.
Popularity: 4% [?]








