Pertamina EP Region Jawa dan ICMI Gali Potensi Diri
“Paling sulit bikin kaki-kaki IC (Integrated Circuit-red). Karena lubangnya kecil, Penataannya harus benar-benar teliti, pas atau tidak antara IC yang rusak dengan yang kita mau pasang,” jawab Rohanta (29) menceritakan kesannya mengikuti pelatihan servis hape (30/07) . Ia mengaku mendapat banyak manfaat dari pelatihan tersebut. kita. Selain menggali potensi diri, lewat pelatihan tu ia bisa mengenal banyak kawan baru dari desa lain.
Minta Pelatihan Ditambah
“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa terus berlanjut. Masih banyak lagi selain kami yang butuh keahlian seperti ini. Alhamdulillah, peralatan kerja boleh kami bawa pulang perkelompok. Kami sudah ada berencana bikin usaha bareng,” sebut lulusan SMK yang sehari-hari berprofesi sebagai pemangkas rambut dan beternak ini. Rohanta bersama istrinya kompak mengikuti pelatihan. Istrinya mengikuti keterampilan menjahit garmen.
Peserta servis hape lainnya, Roheman (40) , mengungkapkan kepuasannyaberhasil memperbaiki handphone beberapa tetangganya pertamakali. Ia pun menyarankan agar pelatihan ini ditambah waktunya dan ditingkatkan materi pelajarannya. “Tadinya saya dari nol tidak tahu apa-apa tentang servis hape sampai bisa membetulkan hape. Kalau bisa ada pelatihan tahap kedua untuk pemahamn lebih lanjut karena hape kan perangkat yang rumit,” sarannya. Sama dengan Rohanta dan sebagian besar peserta lainnya, Roheman juga berencana membuka usaha servis handphone. “Kita tidak bisa bergantung satu jenis usaha dan servis hape bisa menjadi pilihan” imbuhnya.
Pimpinan Instruktur Pelatihan, Muzakkir Muannas menambahkan, kegairahan warga desa akan dunia wirausaha ini perlu diakomodir dengan kehadiran Lembaga Keuangan Mikro yang tepat yaitu Baitul Maal wat Tamwil (BMT). ” BMT bisa memberikan akses pembiayaan dan kerjasama serta tumbuh mandiri bersama masyarakat sekitar,” ujarnya.
Pelatihan reparasi handphone hasil kerjasama PT Pertamina EP Region Jawa, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Badan otonom ICMI, Laznas BMT ICMI serta Disnakertrans Subang. Adapun pelatihan lainnya; pelatihan keterampilan membuat garmen, payet dan sulam, membuat bakso serta roti dan cake. Pelatihan berlangsung enam hari (26-31 Juli 2010) di kantor dan ruang serbaguna Kecamatan Cikaum, Subang, Jawa Barat serta diikuti warga berbagai desa di Cikaum.
Popularity: 3% [?]








