Bukan Sekadar Bisa Buat Mukena dan Kerudung
November 28, 2011 – 4:59 pm | No Comment

Kalau kita membaca riwayat orang-orang sukses berwirausaha, semua membagi kiat yang sama yaitu ketekunan, kesabaran dan keiklasan melakukan yang terbaik. Semangat itu pula yang diharapkan Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) …

Read the full story »
Laznas BMT

Laznas BMT adalah Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul maal wat Tamwil. Sebuah lembaga otonom ICMI yang ditunjuk menjadi lembaga/badan payung nasional LAZ dan BMT. Berdasarkan Surat dari Menteri Agama No : 468, 28 Nopember 2002 . Maka LAZNAS BMT dapat bekerjasama dengan BMT se-Indonesia untuk membentuk UPZ di unit masing-masing. Alamat LAZNAS BMT : Gedung ICMI, Lt 4, Jl. Warung Jati Timur No. 1, Jakarta Selatan. Telp/Fax : 0217993019. Email : laznasbmt@yahoo.com atau laznas@bmt-link.co.id

BMT Bina Insan Cita

BMT Bina Insan Cita adalah lembaga keuangan mikro syariah, yang didirikan dengan berbadan hukum sebagai Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dengan Badan Hukum No. 65/BH/XII.4/-1.829.31/VII/2009. Yang memiliki produk pembiayaan dan simpanan. Saat ini jumah anggota BMT BIC sudah 236 orang. Beralamat di, Gedung ICMI Pusat Lt 4, Jl.Warung Jati Timur No. 1, Jakarta Selatan. Telp/Fax : 0217981340. Email : bmtbic@yahoo.co.id atau bmtbic@bmt-link.co.id

BMT adalah...

LKMS BMT adalah sebutan ringkas dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Maal wat Tamwil atau Balai-usaha Mandiri Terpadu, sebuah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang memadukan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Kegiatan LKMS BMT adalah mengembangkan usaha – usaha ekonomi produktif dengan mendorong kegiatan menabung dan membantu pembiayaan kegiatan usaha ekonomi anggota dan masyarakat lingkungannya.

BMT College

BMT College merupakan upaya konsisten dalam pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan ekonomi syariah. Yang meliputi tata cara pendirian, pengembangan dan pengelolaan lembaga keuangan mikro, lembaga zakat infaq sedekah. Juga metodologi pendampingan dan pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kapasitas pengelola lembaga. Alamat : LAZNAS BMT, Gedung ICMI Center Lt 4. Jl. Warung Jati Timur No. 1, Jakarta Selatan. Telp/Fax : 0217993019. Email : college@bmt-link.co.id

Info Bisnis

BMT-Link Online kini mengundang untuk pembaca untuk menginformasikan usaha dan produknya secara gratis di BMT-Link Online. Tentu saja kami membatasi pada jenis usaha dan produk yang halal secara syariah. Kami sangat menghargai apabila informasi yang diberikan adalah informasi yang jujur. Informasi singkat dan foto-foto usaha dan produk yang ingin dimuat di BMT-Link Online dapat di email ke : redaksi.bmtlink@gmail.com atau bmt_link@yahoo.co.id

Home » Tadarrus

Peran Amil Zakat dalam intervensi sosial

Submitted by admin on September 15, 2010 – 3:24 pmNo Comment
Peran Amil Zakat dalam intervensi sosial

oleh : Muzakhir Rida

Ada hadis yang artinya kira-kira “tidak diutus aku melainkan untuk memperbaiki akhlak”.. lalu juga ada ayat Quran yang artinya kira-kira “tidak diutus (muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta”… secara gampang jika disambung makna al-quran dan hadis itu maka dapat bermakna “akhlak yang baik akan merahmati seluruh alam ini”..

Semua ibadah kita, semua sistem yang yang dianjurkan dalam Islam hanya bermuara pada hal tersebut diatas… yaitu perbaikan akhlak dan membangun sebuah sistem yang memberikan rahmat kepada manusia, flora, fauna, bumi dsb-nya..

Untuk menuju akhlak yang baik dimulai cara berfikir yang benar… Mind set-nya harus benar.. mengentaskan kemiskinan tidak cukup dgn memberikan modal, tapi yang paling penting harus ada intervensi social untuk membangun mental seorang pengusaha, mental yang benar (siddiq), mental yang dapat dipercaya (amanah), cara berfikir yang cerdas (fatanah) dan kemampuan komunikasi/marketing (tabligh).  Pemberian modal adalah yg terakhir yg kita lakukan dalam pemberdayaan masyarakat… Pemberian dana tanpa penyadaran hanya akan membuat ketergantungan.. Ketergantungan adalah racun yang paling berbahaya yang terkadang secara tak sengaja kita berikan kepada masyarakat miskin kita.. Sebaliknya racun-racun ini yang selalu diberikan penguasa yg mempertahankan rezim korup-nya… seperti kasus pemberian BLT-nya SBY itu..

Kalau lah memberikan modal menjadi satu2-nya hal yg vital dalam zakat, maka sangat tidak logis seorang amil mendapat 12.5% dr nilai zakat itu… Apakah adil bagiannya itu sama dengan bagian orang yang berjihad? Padahal tidak ditentukan amil itu harus orang miskin, bisa saja seorang amil adalah orang yang kaya… Dan sungguh sangat kejam jika seseorang amil mengumpulkan zakat dan kemudian membagikannya dalam antrean yang terkadang memakan korban jiwa…

12.5% itu baru terasa adil apabila seorang amil berfungsi sebagai seorang yang mampu mengentaskan kemiskinan di komunitasnya dengan dana zakat tersebut.  Jadi bagian yang 12.5% itu bukan sekedar menjaga/mencegah seorang amil untuk korupsi uang zakat… Bagian yg sebesar itu harus merupakan biaya operasional gerakan pengentasan kemiskinan..

Amil Zakat  harus orang yang mempunyai data tentang orang msikin, mesti punya kemampuan riset, mesti punya solusi serta metode intervensi sosial, mesti punya kemampuan menginkubasi bisnis,  usaha mikro atau kecil, harus memliki kemampuan dakwah dan motivator spt Mario Teguh.. harus mampu menjadikan seorang pemalas menjadi seorang yang rajin.. Harus mampu menjadikan si pesimis menjadi manusia optimis.. Yang paling penting tugas dari amil adalah menyambungkan tali silaturrahmi antara si kaya dengan si miskin… Sehingga tercipta suatu komunitas yang saling menyayangi satu sama lain…

Maka zakat tidak boleh menjadi hambar oleh tekhnologi… Saya khawatir berzakat via atm atau sms hanya akan membuat si kaya teralineasi dgn komunitasnya.. Si kaya tidak tentram hatinya akibat tidak mendengar doa orang yang menerima zakatnya.. Si miskin merasa dia tidak di bela oleh tetangga-nya.. Jika kasih sayang tidak tercipta dari ibadah berzakat ini, maka bermilyar-milyar zakat pun menjadi kehilangan esensi-nya..

Seperti surah Al-Maun, .. diceritakan tentang kita yang menghitamkan kening dengan mendirikan shalat2 ditambah sunat dan tahajjud setiap malam.. tapi ketika ada anak yatim, kita enggan memeliharanya malah memakan hartanya… Ketika datang orang miskin kita mengusirnya.. Maka kita pun di cap sebagai orang celaka karena shalat kita kehilangan maknanya… Padahal dalam urusan shalat ini kita sudah begitu repot saling mengkafirkan (antara satu mazhab dgn mazhab lain gara2 soal dgn pake usholli atau tidak.. pake qunut atau tidak), lalu kita ternyata kita masih dalam golongan yang celaka juga karena shalat kita tdk membawa faedah terhadap perbaikan akhlak kita dan perbaikan ummat… Begitu juga halnya dengan ibadah puasa kita ini dan ibadah-ibadah lainnya..

Dalam hemat saya, konsep baitul maal diperkenalkan Al-Quran dalam kisah Nabi Yusuf… kisah Yusuf menjadi Wazir Mesir bukan sekedar cerita mentakwilkan mimpi… tapi adalah soal manajemen baitul maal.. mengelola dan menyimpan pendapatan di masa subur sekaligus membagi makanan dan menangani musibah disaat paceklik… Karena itu saya melihat nabi Yusuf merupakan salah satu nabi yang visioner sekaligus operatif, mampu merancang program dan agenda negara sampai sekurang-kurangnya 15 tahun..

Jadi dalam menambah tulisan diatas, saya menyimpulkan 1) bahwa peran amil bukan sekedar mengumpulkan dan membagi tetapi merupakan pendamping dan pelkau intervensi sosial 2) bahwa esensi zakat adalah membangun komunitas dan menciptakan rekatan sosial, sehingga sebaiknya kita memperkuat zakat di komunitas kita 3) baitul maal harus mempunyai rencana dan agenda yang jelas dalam mengurus komunitas, bukan sebuah program musiman ramadhan dan lainnya…

Semoga komen saya bermanfaat, lebih dan kurang saya mohon maaf.. wallahu’alam..

Popularity: 7% [?]

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.